Minggu, 01 Mei 2011

Media Pendidikan

Pengertian
Secara harfiah media dapat dikatakan sebagai “perantara” atau “pengantar”. Gerlach & Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Menurut pendapat tersebut di atas, maka dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus pengertian media jika dikaitkan dengan proses belajar mengajar adalah alat-alat grafis, photografis, atau elektonis untuk menangkap, proses dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.

Lain halnya dengan Fleming (1987:234) media adalah penyebab atau alat yang turut campur tangan dalam dua pihak dan mendamaikannya. Dengan istilah mediator, media menunjukkan fungsi atau perannya yaitu mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak utama dalam proses belajar siswa dan isi pelajaran. Disamping itu mediator dapat pula mencerminkan pengertian bahwa setiap sistem pembelajaran yang melakukan peran mediasi, mulai dari guru sampai pada peralatan yang paling canggih dapat disebut sebagai media.
Masih dalam seputar pengertian media, dalam hal ini Heinich, dkk (1982) mengemukakan istilah medium sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima. Jadi Televisi, Radio, foto, film, rekaman audio, gambar yang diproyeksikan, bahan-bahan cetakandan sejenisnya adalah media komunikasi. Apabila media itu membawa pesan-pesan atau atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran maka media itu disebut media pembelajaran. Sejalan dengan pendapat ini,Hamidjojo dalam Latuheru (1993) memberikan batasan media sebagai semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampai atau menyebarkan ide, gagasan, atau pendapat, sehingga ide atau gagasan yang dikemukakan itu sampai kepada penerima yang dituju.
Istilah “media” bahkan sering dikaitkan atau digantikan dengan kata “teknologi” yang berasal dari bahasa latin tekne (bahasa inggrinya art) dan logos (bahasa indonesianya ilmu). Menurut Webster (1983: 105), “art” adalah keterampilan atau skill yang diperoleh melalui pengalaman, studi dan observasi. Dengan demikian teknologi tidak lebih dari suatu ilmu yang membahas tentangketerampilan yang diperoleh melalui pengalaman, studi, dan observasi. Erat hubungannya istilah “teknologi” dengan “teknik”. Teknik dalam bidang pembelajaran bersifat apa yang sesungguhnya terjadi antara guru dengan murid. Ia (teknik) merupakan strategi khusus (Anthony,1963: 96, dalam Azhar Arsyad, 2006: 5).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar